Tampilkan postingan dengan label Tadjimalela. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tadjimalela. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Prestasi Perguruan Silat Tadjimalela


Melalui perjalanan yang panjang, Perguruan Silat Tadjimalela telah mengukir sejumlah prestasi, antara lain :

No
Tahun
Kejuaraan
Tempat
Prestasi Tadjimalela
1
1980-2005
Kejuaraan antar Perguruan
se-Jabar dan DKI Jakarta

Juara Umum
Berturut-turut
2
1993-1996
Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar Perguruan se-Indonesia
Bogor
Juara umum
3
1999
Kejuaraan Nasional Pencak Silat antar Perguruan se-Indonesia
Bandung
Juara Umum
Atlet Terbaik Nasional
4
2002
Walikota Cup Antar Perguruan se-Kota Bandung
Bandung
Juara Umum
5
2007
Walikota Cup Antar Perguruan se-Kota Bandung
Bandung
Juara Umum
6
2009
Walikota Cup Antar Perguruan se-Kota Bandung
Bandung
Juara Umum
7
2011
Waikota Cup Antar Perguruan se-Kota Bandung
Bandung
Juara Umum

Sejak berdirinya pada 4 Agustus 1974, Perguruan Silat Tadjimalela telah menorehkan catatan prestasi dari tingkat lokal sampai tingkat internasional, beberapa prestasi yang telah dicapai oleh Perguruan Silat Tadjimalela beserta para anggotanya adalah:

Nama
Level Prestasi
Sutarna
Pelatih Nasional
Maryatno
Pelatih Nasional
Hari Wibisono
Wasit Internasional
Dani Wisnu
Sea Games, Kejuaraan Dunia Pencak Silat, PON, Porda
Syakera Pujasmedi
Sea Games, Kejuaraan Dunia Pencak Silat, PON, Porda
Dewi Yanti Kosasih
Sea Games, Kejuaraan Dunia Pencak Silat, PON, Porda
Budiwati Ido
Sea Games, Kejuaraan Dunia Pencak Silat, PON, Porda
Istiyar Vidia I
Sea Games, Kejuaraan Dunia Pencak Silat, PON, Porda
Andra R. Malela
Seagames, Kejurnas Pencak Silat, Pekan Olahraga Daerah, Pelatda PON XII Riau 2012
Ni Ketut Susanti
Pekan Olahraga Nasional, Kejurnas Pencak Silat, Porda
Solihin
Pekan Olahraga Nasional, Kejurnas Pencak Silat, Porda
Rini Novianti
Pekan Olahraga Nasional, Kejurnas Pencak Silat, Porda
Selly Andriani
Kejurnas Pencak Silat, Pekan Olahraga Daerah, Pelatda PON XII Riau 2012
Nia Vectayani
Kejurnas Pencak Silat, Pekan OlahragaDaerah
Teja
Kejurnas Pencak Silat, Pekan OlahragaDaerah
Riki Rahman
Kejurnas Pencak Silat
Iis Rochmaningsih
Pekan OlahragaDaerah
Sari
Pekan OlahragaDaerah
E. Kusnadi
Pekan Olahraga Daerah
Erwan
Pekan Olahraga Daerah
Dewi Irawati
Pekan Olahraga Daerah
Satila
Pekan Olahraga Daerah
Titin
Pekan Olahraga Daerah
Alex Darmawan
Pekan Olahraga Daerah
Tuti Maryati
Pekan Olahraga Daerah
Heri Sutardi
Pekan Olahraga Daerah
Inat Ridwan
Pekan Olahraga Daerah
Unung
Pekan Olahraga Daerah
Yana Budiana
Pekan Olahraga Daerah
Rudiansyah
Pekan Olahraga Daerah
Agung
Pekan OlahragaDaerah
Toni
Pekan OlahragaDaerah

Arti Lambang Perguruan Silat Tadjimalela


Burung Gagak
• Diambil dari salah satu jurus Tadjimalela.
• Memiliki sifat lincah dengan indra penciuman yang tajam.
• Secara psikologis memiliki kharisma magis.
• Warna hitam ( dalam bhs.sunda hideung ) memiliki arti inisiatif.

Bentuk Persegi Lima
• Falsafah perguruan yaitu Panca Darma.

Lingkaran Dalam Berwarna Oranye
• Melambangkan semangat menjunjung tinggi kebenaran.
• Gambar hati yang terang benderang bagaikan bulan purnama.

Warna Biru
• Setiap gerak langkah senantiasa memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lingkaran Luar
• Melambangkan angka nol (tidak ada) atau tidak adanya pengakuan
• Sikap pasrah/berserah diri

Warna Emas
• Prilaku Panca Darma akan melahirkan manusia yang tak ternilai harganya.

Panca Darma Perguruan Silat Tadjimalela



R. Djdjat Koesoemahdinata lebih banyak mengajarkan ilmu gerak, sedangkan R. Iyan Koesoemahdinata lebih menitik beratkan pembinaan mental spiritual, sehingga lengkaplah Perguruan Silat Tadjimalela ini menjadi perguruan silat yang tidak hanya mengajarkan ilmu gerak saja (olah raga, bela diri, seni budaya), melainkan juga mental spiritual.

Untuk menghindari terjadinya pengkultusan nama Tadjimalela, maka R. Iyan Koesoemahdinata menjabarkannya dalam PANCA DARMA, yang  merupakan falsafah bagi segenap anggota Perguruan Silat Tadjimalela sebagai berikut :

PANCA DARMA PS. TADJIMALELA :
TA Taklukan nafsu jahat dalam diri
DJI Djiwa murni pangkal keluhuran budi
MA Mantapkan rasa penyerahan diri terhadap Tuhan
LE Lekatkan keberanian ditaraf kebenaran
LA Lapangkan rasa kerendahan hati dimata kesombongan

Sejarah Perguruan Silat Tadjimalela

 
Perguruan silat Tadjimalela didirikan pada tanggal 4 Agustus 1974 oleh R. Djadjat Koesoemahdinata atau lebih terkenal dengan nama Kang Djadjat Paramour. Nama Tadjimalela diambil dari salah nama seorang Raja/Prabu dari kerajaan Sumedang Larang, Jawa Barat. Digunakanya nama Tadjimalela adalah karena menurut silsilah, R. Djadjat Koesoemahdinata masih mempunyai hubungan kerabat dengan keluarga prabu tersebut. Selain itu nama Tadjimalela didapat melalui proses tafakur dan munajat kehadirat Allah SWT.

R. Djadjat Koesoemahdinata

Berawal dari ketidak puasan Kang Djadjat dalam mempelajari ilmu silat, yang pada waktu itu hanya diberikan seni ibingnya dari seorang guru pencak, sementara ia menghendaki jurus-jurus praktis yang dapat digunakan jika terjadi perkelahian, maka ia pun terdorong untuk mencari lebih dari apa yang diterimanya. Hal lain yang mendorong untuk mencari dan mempelajari ilmu silat adalah rasa keperihatinannya melihat perkembangan beladiri asing yang demikian maraknya pada waktu itu. Padahal pencak silat yang merupakan warisan para leluhur bangsa Indonesia seolah tersisih dan tidak mendapat perhatian, baik dari masyarakat sendiri maupun dari pemerintah. Kedua hal itu melahirkan suatu cita-cita yang kuat untuk menjadi seorang guru silat yang terkenal, dan menempatkan pencak silat sejajar atau lebih dari beladiri asing yang berkembang khususnya di Jawa Barat.

Cita-cita dan keinginan yang demikian kuat dan ditindaklanjuti beliau dengan sering berpuasa dan mendatangi tempat-tempat pertapaan. Waktu itu Kang Djadjat meninggalkan rumah selama empat hari. Sesampai di rumah, Kang Djadjat berada dalam keadaan shock, tidak mampu berbicara. Empat hari kemudian barulah ia dapat menceritakan semua kejadian itu kepada kakaknya, R. Iyan Koesoemahdinata, yang menjadi ketua umum Perguruan Silat Tadjimalela pusat. Pulang dari pengembaraan, beliau sering terlihat berlatih didepan cermin. Ia pun mulai mengajarkan beberapa jurus kepada teman-teman dan tetangga dekatnya di kawasan Jl. Dulatip, Bandung. Setelah merasa matang dalam jurus-jurusnya, barulah terpikir olehnya untuk mendirikan sebuah perguruan silat. Ia melakukan shalat malam dan berpuasa, memohon kepada Allah SWT agar diberikan nama untuk perguruan silat dengan jurus-jurus yang ia ciptakan sendiri. Akhirnya ia mendapat petunjuk agar memberi nama TADJIMALELA kepada perguruan silatnya. Setelah mendapat dukungan dari keempat kakaknya, maka pada tangal 4 Agustus 1974 diresmikanlah perguruan silat Tadjimalela.

Ada tujuh orang yang dianggap sebagai murid pertama, yang dijuluki PASUS (Pasukan Khusus). Mereka adalah Nang Martha, Buci Budiman, Wahya, Dedi AR, Barli, Oki Surya Hidayat (Ook). Setelah bernaung di bawah IPSI 1975, Kang Djadjat mulai mengarahkan jurus-jurusnya ke teknik yang dapat digunakan dan disahkan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam olahraga. 6 Juli 1995 di usia 50 tahun, Kang Djajat pulang ke pangkuan ibu pertiwi. Sebuah pesan yang disampaikannya untuk generasi penerusnya sebelum beliau meninggal : “Tadjimalela Kudu Hirup Sarebu Taun Deui” atau “Tadjimalela harus hidup seribu tahun lagi”.